Kuningantimes.com­ – Dua bakal calon Bupati/Wakil Bupati Kuningan berbeda partai yakni H Acep Purnama SH MH dan Dani Iskandar SE bertemu di salah satu kediaman tokoh nasional, Andi Gani Nena Wea. Kedua Bacabup beda partai itu, tampak begitu akrab ketika saling berdiskusi bersama Andi Gani tepatnya di Desa Haurkuning Nusaherang Kuningan.

Acep yang kini menjabat sebagai Bupati Kuningan, akan maju kembali melalui PDI Perjuangan. Sedangkan Dani Iskandar atau yang akrab disapa Dani Toleng, akan meramaikan pula Pilkada 2018 melalui Partai Gerindra. Walaupun beda partai, tak terlihat nuansa persaingan politik dikedua politisi itu.

Terlebih, keduanya merupakan orang dekat Andi Gani yang kini menduduki jabatan tertinggi di salah satu BUMN yakni Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan Tbk. Walaupun pertemuan keduanya tak berlangsung lama, namun kedekatan Acep dengan Dani Toleng cukup memberikan sinyal jika keduanya bisa menjadi pasangan Pilkada diluar prediksi yang kini bermunculan.

“Oh saya disini hanya sekedar silaturahmi sebagai kawan, sebagai saudara, sahabat, dan setiap tahun begini kok kita silaturahmi,” aku Bupati Acep ketika dimintai keterangan persnya, kemarin (28/6).

Ketika ditanya apakah ada pembahasan khusus soal Pilkada sekaligus pertemuannya dengan Bacabup dari Gerindra, Bupati Acep mengelaknya. Bahkan, pertemuan dengan Bacabup asal Gerindra itu hanya kebetulan saja.

“Enggak ada kok, kita ini sahabat, dengan Dani Toleng itu sahabat. Hanya masalah beberapa program yang bisa dijalankan Pak Andi sebagai Komisaris Utama PT PP, barangkali bisa diterapkan di Kuningan. Misalnya terkait dengan pembangunan jalan, tapi memang ini kelasnya terlalu kecil, tapi ya barangkali saja jadi saya mengusulkan,” ungkapnya.

Sementara Presiden Komisaris PT PP Tbk Andi Gani Nena Wea mengaku, bahwa kedua Bacabup itu berkunjung kerumahnya dalam rangka silaturahmi. Sebab, hubungan pertemanan Andi dengan kedua politisi itu sudah terjalin cukup lama.

“Ya ini agenda silaturahmi saja, Pak Acep yang kini sebagai Bacabup dari PDIP dan Dani Toleng juga sama akan maju dari Partai Gerindra, semuanya berkunjung ke saya. Jadi, persaingan politik ini tidak boleh memutuskan silaturahmi,” tegasnya.

Baginya, kedua politisi itu merupakan sahabat sejak lama yang memiliki kemampuan dan pengalamannya masing-masing di dunia politik. Walaupun berbeda partai, diharapkan diantara kedua sahabatnya itu tidak saling memutuskan tali silaturahmi sekalipun bersaing dalam wilayah politis.

“Intinya gini lah, politik itu tidak boleh membuat panas Kuningan, dan harus tetap kondusif. Sikap politik berbeda dari kedua sahabat saya ini, harus tetap membuat atmosfer di Kabupaten Kuningan kondusif, dan mereka kebetulan saja bertemu disini,” terangnya.

Saat diminta tanggapannya mengenai kedua sahabatnya itu apakah memiliki peluang besar untuk dipasangkan pada Pilkada nanti, Andi enggan berkomentar lebih jauh. Sebab, dirinya sebagai salah satu pejabat di BUMN tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

“Saya hanya bisa berpesan saja kepada warga Kuningan, bahwa Pilbup ini jadikanlah sebagai pertarungan kompetisi yang sehat layaknya olahraga. Ada yang menang dan ada pula yang kalah, tapi yang kalah jangan kecewa dan bagi yang menang tidak boleh terlalu membusungkan dada, semuanya itu kan buat Kuningan,” pungkasnya. (dri)